Maskapai Penerbangan indonesia Berencana Membuka Penerbangan ke Arab Saudi
Garuda Indonesia sedang mempelajari kemungkinan untuk menambah frekuensi penerbangan ke Arab Saudi
Berita Terkini - Setidaknya dua penerbangan telah menyatakan tujuan mereka membuka penerbangan lebih ke kota di Arab Saudi, menyusul kesepakatan penerbangan terbatas antara pemerintah Saudi dan Indonesia selama kunjungan Raja Salman bin Abdulaziz Al Saud.
Berdasarkan perjanjian tersebut, maskapai Indonesia bisa terbang ke lima kota Arab Saudi, Jeddah, Madinah, Riyadh, Dammam dan Thaif, tanpa ada pembatasan frekuensi, sedangkan penerbangan Saudi bisa terbang ke Medan, Makassar, Surabaya, Denpasar dan Jakarta.
Garuda Indonesia sedang mempelajari kemungkinan untuk menambah frekuensi penerbangan ke Arab Saudi sebagai tindak lanjut perjanjian, kata juru bicara Garuda Indonesia Benny Butarbutar seperti dilansir tempo.co, Kamis.
"Strategi ekspansi Garuda adalah untuk terbang lebih ke Timur Tengah," kata Benny seperti dilansir tempo.co.
Sementara itu, Sriwijaya Air berencana untuk terbang ke Jeddah mulai tahun ini. Presiden Sriwijaya Air Group Chandra Lie mengatakan sebelumnya bahwa pembukaan penerbangan ke Jeddah sedang menunggu di kedatangan penerbangan baru.
"Awalnya, kami ingin memulai terbang Desember 2016 untuk mengirim umroh (haji kecil) peziarah. Tapi kami masih menunggu kedatangan pesawat 'tahun ini, "kata Chandra
Sriwijaya berencana mengoperasikan Boeing 777-300 ER pesawat, enam kali seminggu.
Sebelumnya, maskapai Indonesia hanya bisa membuka 35 penerbangan seminggu ke Arab Saudi, sementara penerbangan dari Arab Saudi bisa membuka jumlah yang sama penerbangan ke Indonesia.
Transportasi Kementerian transportasi udara direktur umum Agus santoso menegaskan putusan baru, mengatakan bahwa "perusahaan penerbangan Indonesia bisa membuka sebanyak penerbangan mungkin untuk Arab Saudi. (BBN)

0 comments:
Post a Comment